Monday, October 21, 2019

MAKALAH MANAJEMEN STRATEGIS




DAFTAR ISI



Kata Pengantar..................................................................................................   i

Daftar Isi ............................................................................................................   ii

Bab I Pendahuluan ...........................................................................................   1

A.   Latarbelakang.........................................................................................  1

B.   Masalah ..................................................................................................  2

C.   Rumusan Masalah ................................................................................  2

D.   Maksud dan Tujuan Penulisan ............................................................  2

E.    Metode Penulisan .................................................................................  3



Bab II Pembahasan ...........................................................................................  3

A.   Definisi Manajemen Strategis ..............................................................  3

B.   Ruang Lingkup Manajemen Strategis ................................................. 5

C.   Manajemen Strategis Bagian Dari Ilmu Manajemen .......................... 6

D.   Tugas Manajer Dalam Menyusun Manajemen Strategis ................... 7

E.    Pentingnya Manajemen Strategis ........................................................ 8



Bab III Penutup ..................................................................................................  10

A.   Kesimpulan ............................................................................................  10



Daftar Pustaka ...................................................................................................  11





BAB I



PENDAHULUAN



A. Latar Belakang


Kepemimpinan tak lepas dengan kemampuan seseorang dalam mengendalikan, mengelola (manege) dan mengatur sesuatu yang dipimpin. Pemimpin (manager) harus mampu mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter dari SDM yang dipimpin. Salah satunya dalam dunia pendidikan, maka pemimpin harus mampu mengembangkan dan memanaj kemampuan serta karakter anak didik, dimana merekalah harapan untuk peradaban bangsa yang lebih baik ke depan. Tugas pemimpin untuk mencapai tujuannya harus menggunakan manajemen strategis yang teruji agar dapat memenuhi pencapaian yang maksimal.

Dalam dunia pendidikan terdapat berbagai permasalahan, baik dari dalam lembaga maupun dari luar, baik dari sisi siswa maupun dari segi pendidik dan manajemen sekolahnya. Tidak hanya dalam dunia bisnis yang membutuhkan manajemen strategis, dunia pendidikan-pun harus mempunyai sistem manajemen yang strategis untuk mengatasi dan mencegah munculnya permasalahan.

Dalam suatu sistem lembaga pendidikan ada yang disebut manajer yang bertugas untuk mengelola sistem yang berada di bawahnya. Manajer dituntut untuk menyelesaikan permasalahan baik kecil maupun besar yang terdapat dalam lembaga tersebut. Manajer harus bisa membuat strategi, tindakan serta dapat melihat peluang besar agar keputusan yang diambil dapat mengurangi kesalahan maupun kekurangan suatu lembaga atau bahkan dapat memformulasikan strategi-strategi baru demi kemajuan lembaga yang dipimpin dalam pembahasan ini adalah pendidikan di Indonesia.

B. Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dimuat inti permasalahnnya yaitu :
1. Bagaimana pentingnya manajemen strategis bagi suatu lembaga pendidikan?

C. Rumusan Masalah

1.    Apa definisi dari manajemen strategis?
2.    Apa saja ruang lingkup manajemen strategis?
3.    Apakah manajemen strategis bagian dari ilmu manajemen?
4.    Apa saja tugas manajer dalam menyusun Manajemen strategis?
5.    Apa pentingnya manajemen strategis?

D. Maksud dan Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut :
1.    Memenuhi tugas mata kuliah “Perencanaan Strategi Pendidikan”
2.    Memahami serta dapat mengaplikasikan manajemen strategis
3.    Mengetahui pentingnya manajemen strategis bagi sebuah lembaga atau organisasi
4.    Mengetahui definisi manajemen strategis serta ruang lingkupnya
5.    Mengetahui manajemen strategis bagian dari ilmu manajemen
6.    Mengetahui dan memahami tugas manajer dalam menyusun manajemen strategis

E. Metode Penulisan
Metode penulisan yang digunakan dalam pembuatan makalah ini yaitu metode kepustakaan. Dimana metode kepustakaan ini dilaksanakan dengan mencari referensi bacaan baik dari buku-buku yang relevan, jurnal, e-jurnal maupun browsing internet yang menunjang serta berkaitan dengan materi dalam makalah.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Manajemen Strategis

Lembaga pendidikan yang membawahi mata pelajaran atau program studi, selayaknya dapat memusatkan perhatiannya kepada pelanggan dalam hal ini adalah anak didik dari berbagai kalangan masyarakat jika memang ingin berhasil di era zama revolusi industri 4.0 saat ini. Proses manajemen strategis ini dapat membantu melancarkan tujuan dan cita yang ingin dicapai.

Manajemen Strategi berasal dari dua kata yaitu : manajemen dan strategi. Manajemen secara etimologi berasal dari bahasa Inggris to manage yang berarti memerintah, mengatur, mengurus, mengemudikan. Kemudian dalam perkembangannya, kata to manage mengalami perubahan menjadi manajement yang berarti pimpinan, pengurusan dan pengelolaan (Willy dkk., 1997: 319). Dalam bahasa Arab, kata manajemen identik dengan tadbir (تدبير ), idarah (إدارة) yang berarti mengelola, pengelolaan (Alkalali, 1987: 247-248). Term manajemen dalam aplikasinya sering diartikan sama dengan administrasi, termasuk dalam dunia pendidikan. Alasan mereka menyamakan keduanya dengan dasar bahwa secara fungsional dan operasional. Memang harus diakui bahwa para ahli hingga kini belum ada kesepakatan dalam dua hal itu, namun demikian ada juga yang berpendapat bahwa manajemen dan administrasi merupakan dua hal yang berbeda sebab manajemen merupakan inti dari administrasi (Burhanuddin, 1994: 30-31).¹

Apabila ditelusuri dalam berbagai literatur manajemen, maka pengertian manajemen secara terminologis akan ditemukan bahwa manajemen mengandung empat pengertian, yaitu: (a) manajemen sebagai suatu ilmu, (b) manajemen sebagai suatu proses, (c) manajemen sebagai suatu seni (art) atau kiat, (d) manajemen sebagai suatu profesi atau kemampuan. Namun demikian, secara sederhana manajemen dapat didefinisikan sebagai upaya untuk mendapatkan sesuatu yang dikerjakan melalui orang lain (get things done through other people).¹
Strategik menurut etimologi berasal dari kata strategic (Inggris) yang berarti kiat, cara, taktik utama (Nawawi, 2003: 147). Secara historis kata strategik berawal dari dunia militer dan secara populer diartikan sebagai kiat yang 
digunakan oleh para komandan militer (jenderal) untuk memenangkan peperangan. Ralph Taylor dalam Websters’s World University Dictionary mengemukakan ”strategic mean of great or vital importance within an integrated whole” (Taylor, 1965: 989) Namun kata strategik, kemudian dipergunakan juga oleh hampir seluruh organisasi untuk menentukan pilihan dalam memenangkan ”peperangan” tertentu guna mencapai tujuan (Siagian, 2001: 15).¹

Dari pengertian di atas, maka yang dimaksud manajemen strategis adalah serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang dibuat untuk manajemen puncak dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu organisasi dalam rangka pencapaian suatu tujuan organisasi tersebut. Adapun definisi lain tentang manajemen strategik dari para ahli dalam buku Manajemen Strategis (Ramdhani, 2004:5) yang dikutip oleh erna dan hedi dalam jurnalnya yang berjudul analisis manajemen strategi yaitu :

1.    Glueck dan Jauch, bahwa manajemen strategis merupakan arus keputusan dan tindakan yang mengarah pada perkembangan suatu strategi-strategi yang efektif untuk mencapai sasaran perusahaan.
2.    Wheelen dan Hunger, bahwa manajemen strategi adalah serangkaian keputusan manajerial dan kegiatan yang menentukan keberhasilan perusahaan dalam jangka panjang. Kegiatan tersebut terdiri dari perumusan/perencanaan strategi, pelaksanaan/implementasi dan evaluasi.
3.    Dess dan Miller, suatu proses kombinasi antara tiga aktivitas, yaitu analisis strategi, perumusan strategi, dan implementasi strategi.
4.    Ansoff, kumpulan aturan pengambilan keputusan yang dijadikan panduan berperilaku dalam organisasi, paling sedikit strategi yaitu (1) sebagai tolak ukur (yardstick) objectives and goals, (2) bussines strategy, (3) administrative strategy, dan (4) operating policy.

Dari defenisi diatas dapat ditarik kesimpulan yaitu :
1.    Manajemen strategi pada intinya memilih alternatif strategi yang terbaik bagi organisasi/perusahaan dalam segala hal untuk mendukung gerak perusahaan.

¹Mappasiara, (2018) “Manajemen strategik dan manajemen operasional serta implementasinya pada lembaga pendidikan,” Vol. 2, No. 1 : 74-85.
2.    Organisasi atau lembaga harus melaksanakan manajemen strategis secara terus menerus dan harus fleksibel dengan tuntutan kondisi dan situasi lapangan.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal berperan sangat penting dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas dan unggul. Di kota besar, banyak bermunculan sekolah-sekolah baru sehingga dengan banyaknya lembaga sekolah menimbulkan pilihan-pilihan alternatif lembaga pendidikan untuk menjadi lawan persaingan memperebutkan siswa. Sehingga sekolah saat ini harus punya strategi yang jitu serta manajemen strategi yang unggul dalam mengelola lembaga pendidikannya sehingga masyarakat tertarik untuk memasukkan anaknya ke sekolah tersebut.

B. Ruang Lingkup Manajemen Strategis

Adapun ruang lingkup atau batasan pembahasan manajemen strategik menurut konsep oleh Wheelen and Hunger (1995), yaitu sebagai berikut :²



- Pengamatan lingkungan
Dalam lingkup ini, keputusan atau aturan yang akan diambil dalam manajemen strategis harus memahami dan mengenal kondisi serta situasi lapangan (lingkungan) serta menganalisis SWOT yaitu kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan sehingga keputusan tersebut relevan dengan perkembangan masyarakat.
- Perumusan atau perencanaan strategi
Dalam perumusan manajemen strategis di suatu lembaga dapat berupa visi, misi serta penyusunan program kerja lembaga. Perumusan ini tentu adalah langkah awal kerja-kerja apa saja yang diunggulkan serta gambaran dari apa yang akan kita lakukan selama beberapa tahun ke depan. Perencanaan strategis yang dibuat haruslah sesuai dengan hasil pengamatan lingkungan yang telah dilakukan dan dianalisis SWOT.
- Pelaksanaan (Implementasi) strategis
Program-program yang telah dirancang sebaiknya dilakukan sesuai dengan penjadwalan yang telah dirumuskan. Ruang lingkup ini dimana pergerakan dari suatu lembaga dimulai setelah proses perencanaan yang matang, SDM yang memadai serta dana yang cukup.




- Evaluasi dan Pengawasan strategis.
Pengawasan dilakukan dalam dua bentuk yaitu formal dan informal. Dalam bentuk formal, pengawasan dilakukan pada saat rapat seluruh anggota dan pengontrolan langsung dari manajer. Sedangkan bentuk informal, pengawasan dilakukan menggunakan media sosial ataupun media tersembunyi (cctv).
Evaluasi merupakan proses pengukuran suatu kinerja apakah sudah mencapai target ataukah belum. Evaluasi dilakukan sebaiknya setelah program kerja dilakukan agar dapat melihat langsung kekurangan serta kelebihan dari program yang dijalankan. Adapun evaluasi penutup dilakukan pada akhir tahun untuk melihat secara garis besar peningkatan ataupun penurunan kinerja yang dilakukan per tahunnya.


C. Manajemen Strategis Bagian Dari Ilmu Manajemen

Manajemen strategis merupakan aktivitas manajemen tertinggi yang biasanya disusun oleh dewan direksi dan dilaksanakan oleh CEO serta tim eksekutif organisasi tersebut. Manajemen strategis memberikan arahan menyeluruh untuk perusahaan dan terkait erat dengan bidang perilaku organisasi.
Berdasarkan pengertian diatas manajemen strategis merupakan salah satu bidang dalam ilmu manajemen dimana manajer si pelaku pembuat kebijakan atau strategi-strategi yang akan dilaksanakan oleh suatu lembaga atau perusahaan tersebut serta mengolah, mengatur, membimbing dan mengayomi yang merupakan termasuk ke dalam lingkup manajemen.

D. Tugas Manajer Dalam Menyusun Manajemen Strategis

Pemimpin lembaga atau organisasi mempunyai tugas dan peranan yang penting bagi gerak dan arah suatu lembaga tersebut. Kemana arah organisasi serta kualitas sistem yang digerakkan bergantung bagaimana pemimpinnya memanaj bawahan serta sistem yang dikelolanya. Adapun tugas atau peranan manajer dalam menyusun manajemen strategis yaitu :
- Memberikan arah pencapaian tujuan organisasi/perusahaan.
- Membantu kepentingan berbagai pihakDapat mengantisipasi setiap perubahan kembali secara merata
Mampu membuat perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi kinerja yang efisien dan efektif.
- Mendorong keseimbangan dalam menciptakan efesiensi dan efektivitas.³

Manajemen strategis dalam dunia pendidikan membawa pengaruh besar akan peningkatan kualitas lembaga dan sumber daya yang bekerja di dalamnya. Sebagai seorang manajer, kepala sekolah harus mempunyai 4 (empat) kompetensi dan keterampilan utama dalam menajerial organisasi. Adapaun ke-4 kompetensi tersebut adalah :

1.    Keterampilan dalam perencanaan. Kepala sekolah harus mampu melakukan proses perumusan atau perencanaan  baik perencanaan jangka pendek (1–2 tahun), menengah (2-5 tahun) dan perencanaan jangka panjang (5-10 tahun). Dengan adanya perencanaan, lembaga pendidikan mampu mengukur kemampuan serta menjadi acuan keberhasilan dan kesuksesan dalam pekerjaan.
2. Keterampilan dalam melakukan pengorganisasian. Lembaga pendidikan terdiri dari berbagai sumber daya manusia yang mendukung sistem kerja pendidikan agar tetap berlangsung sebagaimana mestinya yang terdiri dari guru, karyawan, bagian keuangan dan siswa itu sendiri serta gedung dan sarana-prasarana yang dimiliki. Kepala sekolah harus mampu menggunakan dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia dengan maksimal dan sebaik-baiknya.
3. Kemampuan dalam pelaksanaan (implementasi) pekerjaan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Pada tahap ini kepala sekolah diharapkan dapat memberikan contoh dalam pelaksanaan kerja, membangun motivasi dan bekerja sama, serta melakukan koordinasi dengan berbagai elemen pendidikan. Perencaan akan berbuah hasil yang baik jika diimplementasikan dengan sungguh-sungguh dan profesional.
4. Tahap pengawasan. Pengawasan atau supervisi dibagi menjadi dua yaitu supervisi manajemen ddan supervisi bidang pengajaran. Adapun supervisi manajemen yaitu pengawasan dalam bidang pengembangan keterampilan dan kompetensi administrasi keuangan dan kelembagaan. Supervisi pengajaran yaitu melakukan pengawasan dan kendali terhadap tugas serta kemampuan tenaga pendidik sebagai seorang guru. Oleh karena itulah, kepala sekolah harus mempunyai kompetensi dan keterampilan profesional sebagai guru, sehingga mampu memberikan supervisi yang baik bagi bawahannya (tenaga pendidik).

E. Pentingnya Manajemen Strategis
Manajemen strategis sangat dibutuhkan oleh semua organisasi atau lembaga dalam berproses dan beraktivitas, karena jika tidak adanya manajemen strategis tujuan dan pencapaian dari suatu organisasi tidak dapat dicapai dengan maksimal. Hani Handoko (1998: 6-7) memberikan tiga alasan utama mengapa manajemen strategis itu sangat penting dibutuhkan dalam setiap organisasi, yaitu:
- Untuk mecapai tujuan. Dengan penerapan yang baik, maka pencapaian tujuan organisasi dan perorangan akan lebih mudah tercapai, sebab dengan manajemen kegiatan organisasi diproses secara sistematis mulai tahapan perencanaan, perorganisasian, kepemimpinan, pengontrolan hingga penilaian.
- Untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan yang saling bertentangan. Manajemen dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara berbagai tujuan, sasaran, kegiatan pembagian tugas, pembiayaan dan lain-lain.
- Untuk mencapai efesiensi dan efektifitas. Suatu pekerjaan dan aktivitas organisasi dapat diukur dengan berbagai pencekatan dan cara. Ukuran yang umum dipakai adalah standar efisiensi dan efektifitas.⁴

Menurut Salusu J. (1996:498) ada empat hal ang perlu ditekankan dalam mengimplementasikan manajemen strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan di sebuah lembaga pendidikan dalam menghadapai tantangan global yaitu :
- Peningkatan kualitas manajemen pendidikan
- Peningkatan kualitas proses pembelajaran
- Peningkatan kualitas SDM tenaga kependidikan
- Membangun jaringan kerja (networking)⁴

Maka urgensitas manajemen strategis dalam kerangka membangun suatu organisasi, lembaga terkhusus di lembaga pendidikan untuk menjadi solid, mapan dan kuat di tengah terpaan berbagai tantangan terutama di zaman era revolusi industri 4.0. 

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Manajemen strategi pada intinya memilih alternatif strategi yang terbaik bagi organisasi/lembaga dalam segala hal untuk mendukung gerak organisasi. Manajemen strategis bukanlah suatu kebutuhan tetapi suatu kewajiban dan bagian terpenting yang harus dilakukan oleh manajer jika lembaga yang dipimpin ingin maju dan menyesuaikan kondisi dengan perkembangan zaman yang semakin melesat. Apalagi manajemen strategis dalam pendidikan sangat mempengaruhi aktivitas dan kinerja pendidik dan anak didik agar dapat berkembang dan menonjolkan kemampuan. Serta berpengaruh pula pada masyarakat sekitar mengenai kepercayaan publik yang positif dengan kinerja lembaga pendidikan jika manajemen strategis yang di lakukan berhasil mencapai target yang diinginkan.
Adapun tugas dari manajer dalam menyusun manajemen strategis yaitu Memberikan arah pencapaian tujuan organisasi/perusahaan, membantu kepentingan berbagai pihak, dapat mengantisipasi setiap perubahan kembali secara merata, mampu membuat perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi kinerja yang efisien dan efektif serta mendorong keseimbangan dalam menciptakan efesiensi dan efektivitas.
Manajamen srategi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari ilmu manajemen. Hadir sebagai suatu solusi untuk memberdayakan keseluruhan organisasi (lembaga) agar secara komprehensif dan sistematis mampu mewujudkan visi dan misi organisasi tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Ahmad khoiri, (2016) “Manageria: Jurnal manajemen pendidikan Islam, Manajemen strategik dan mutu pendidikan islam,” Vol. 1, No 1 : 76-99.
Erma R dan Hedi C, (2016) “Jurnal ekonomi & bisnis: Analisis manajemen strategi pada PT. PLN (Persero) (Studi kasus UPJ Garut Kota-Kaupaten Garut),” Vol. 18, No. 1 : 12-20.
https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_strategis
Mappasiara, (2018) “Manajemen strategik dan manajemen operasional serta implementasinya pada lembaga pendidikan,” Vol. 2, No. 1 : 74-85.
Samrin, dkk (2018) “ Jurnal Al-Ta’dib: Manajemen strategi dalam penguatan program studi manajemen pendidikan Islam (MPI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kendari,” Vol. 11, No. 2 : 19-36.

Wednesday, March 6, 2019

“Parijs Van Sumatra” (ex Ibu Kota Indonesia)



Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...

Hay... Assalamualaikum Wr.wb.

Tulisan ini dimulai setahun setelah perjalanan ini berlangsung, cukup lama untuk membangun kesadaran bahwa pentingnya mengabadikan moment dalam bentuk tulisan.

Lets..cekidot (Harap tenang pemirsaa... :D)

Yaps.. yang kagak tahu arti judul diatas pasti pada penasaran makanya baca blog ini kan?

Atau tak sengaja masuk ketika memasukkan keyword yang berkaitan dengan judul di atas...haha

Yang tahu, sssttt pada mingkem bentar ya.. (keep calm and stay with me) :D

**

Parijs Van Sumatra adalah Julukan dari Kota Bukittinggi, Sumatra Barat yang diberikan oleh Kolonial Belanda. Dalam bahasa belanda Kota Bukittinggi disebut dengan Fort de Kock. Bukittinggi (Bukiktinggi) pernah menjadi Ibu Kota Indonesia pada masa Pemerintah Darurat Republik Indonesia.

Kota ini adalah kota yang penuh dengan darah perjuangan, dimana lahirnya para pahlawan bangsa salah satunya Bapak Moh Hatta, Haji Agus Salim, Buya Hamka dll. Kota ini juga salah satu kota terbesar di Indonesia dan terbesar kedua dalam perekonomian di Provinsi Sumatra Barat.

Perjalanan ini sampai pada Kota Bukittinggi pada Bulan Juni 2018 lalu. Zaky Guest House Bukittinggi menjadi pilihan tempat kami berlabuh untuk bermalam selama dua hari, yang bertempat di Gg. Swadaya, Campago Ipuh, Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Pemandangan di depan penginapan sangatlah apik, karena bisa melihat langsung kenampakan alam yaitu gunung Marapi.

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Naml:88)
Sekilas tentang Gunung Marapi atau biasa disebut dengan Merapi atau Berapi. Gunung ini termasuk ke dalam gunung yang paling aktif di Sumatera. Terletak di kabupaten Agam namun bisa terlihat dengan jelas dari kota Bukittinggi, kota Padangpanjang dan kabupaten Tanah Datar serta memiliki ketinggian 2.891 m. (Bayangin yakk betapa menjulang tinggi itu gunung sampai kelihatan di 3 kota yang berbeda, MasyaAllah). Gunung Marapi tercatat sudah meletus lebih dari 50 kali sejak akhir abad 18. (Artinya abad 20-21 sekarang belum meletus lagi dong.. tapi masih aktif... wahhh tetep waspada ya uda dan uni yang disana wkwk).


Nah ini dia salah satu tim perjalanan kita tahun lalu (29.06.18), ahh semoga tahun ini bisa ke Aceh atau Yogya Aamiin (pengen banget)

Kelok Sembilan (Kelok 9)

Kelok 9 adalah ruas jalan yang berkelok yang bertempat 30 km di sebelah timur dari Kota Payakumbuh menuju Provinsi Riau. Jalan ini membentang sepanjang 300 meter di Jorong Aie Putiah, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat dan merupakan bagian dari ruas jalan penghubung Lintas Tengah Sumatera dan Pantai Timur Sumatera. Jalan ini memiliki tikungan yang tajam dan lebar sekitar 5 meter, berbatasan dengan jurang, dan diapit oleh dua perbukitan di antara dua cagar alam: Cagar Alam Air Putih dan Cagar Alam Harau.

Di sekitar Jalan Kelok 9 saat ini telah dibangun jembatan layang sepanjang 2,5 km. Jembatan ini membentang meliuk-liuk menyusuri dua dinding bukit terjal dengan tinggi tiang-tiang beton bervariasi mencapai 58 meter. Terhitung, jembatan ini enam kali menyeberangi bolak balik bukit. Jembatan ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Oktober 2013.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kelok_9

Jalan Kelok 9 dibangun semasa pemerintahan Hindia Belanda antara tahun 1908–1914. Jalan ini meliuk melintasi Bukit Barisan yang memanjang dari utara ke selatan Pulau Sumatera. Jika direntang lurus panjang Kelok Sembilan hanya 300 meter dengan lebar 5 meter dan tinggi sekitar 80 meter.

Berdasarkan catatan Kementerian PU, dalam sehari jalan ini dilalui lebih dari 10 ribu unit kendaraan dan pada saat libur atau perayaan hari besar meningkat 2 sampai 3 kali lipat. Namun, sejak dibangun Kelok Sembilan nyaris tak mengalami pelebaran berarti karena terkendala medan. Seiring peningkatan volume kendaraan yang melintas, kondisi jalan yang sempit dan terjal sering mengakibatkan kemacetan. Lebar jalan yang hanya 5 meter dan tikungannya yang tajam kerap menyulitkan kendaraan bermuatan besar melintas karena tidak kuat menanjak.

Pada tahun 2000, lalu lintas kendaran antara Sumatera Barat dan Riau sudah mencapai antara 9.000 sampai 11.000 kendaraan sehari dengan mengangkut sekitar 15,8 juta orang dan sekitar 28,5 juta ton barang dalam setahun. Separuh dari barang yang diangkut adalah hasil pertanian dan peternakan. Karena penyempitan jalan di Kelok Sembilan, perjalanan dari Bukittinggi menuju Pekanbaru yang mestinya dapat ditempuh dalam waktu 4 jam, bisa memakan waktu 5 sampai 6 jam. Mengatasi persoalan ini, Kepala Dinas Prasarana Jalan Sumatera Barat Ir. Hediyanto W. Husaini mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk membangun jembatan layang. Pembangunan jalan layang Kelok 9 mulai dikerjakan pada November 2003 setelah memperoleh persetujuan pemerintah pusat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional pada Agustus 2003.

Pembangunan jembatan layang Kelok 9 mulai dilakukan pada 2003. Pengerjaannya ditangani dalam dua tahapan pembangunan. Panjang keseluruhan jembatan dan jalan yang dibangun adalah 2.537 meter, terdiri dari enam jembatan dengan panjang 959 meter dan jalan penghubung sepanjang 1.537 meter.

Jembatan layang Kelok 9 terdiri dari enam jembatan dan memiliki ruas jalan selebar 12,5 meter. Bentang jembatan pertama memiliki panjang 20 meter, bentang kedua 230 meter, dan bentang ketiga 65 meter.

Bentang keempat memiliki panjang 462 meter. Bentang jembatan keempat merupakan jembatan jenis pelengkung beton dengan fondasi bore pile sedalam 20 meter untuk menahan berat jembatan dan gaya horizontal gempa. Bentang jembatan kelima memiliki panjang 31 meter dan bentang keenam 156 meter.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kelok_9

Nah itulah guys review tentang kelok 9. Apikk banget kan....???

Luar biasa banget ya yang punya ide buat kayak gini, berkat kemajuan zaman, manusia butuh progress untuk memudahkan pergerakan dan akses jalan yang cepat dan aman. Akhirnya dibangunlah kelok 9 ini. Kelok 9 ini sudah dijadikan tempat wisata untuk mengabadikan momen-momen dalam rangka mengenang dan bangga atas karya Rakyat Indonesia.

Cagar Alam Harau (Lembah Harau)
Lembah Harau adalah sebuah ngarai dekat kota Payakumbuh di kabupaten Limapuluh Koto, provinsi Sumatera Barat. Lembah Harau diapit dua bukit cadas terjal dengan ketinggian mencapai 150 meter berupa batu pasir yang terjal berwarna-warni, dengan ketinggian 100 sampai 500 meter. Topografi Cagar Alam Harau adalah berbukit-bukit dan bergelombang. Tinggi dari permukaan laut adalah 500 sampai 850 meter, bukit tersebut antara lain adalah Bukit Air Putih, Bukit Jambu, Bukit Singkarak dan Bukit Tarantang. Berjalan menuju Lembah Harau amat menyenangkan. Dengan udara yang masih segar, Anda bisa melihat keindahan alam sekitarnya. Tebing-tebing granit yang menjulang tinggi dengan bentuknya yang unik mengelilingi lembah. Tebing-tebing granit yang terjal ini mempunyai ketinggian 80 m hingga 300 m. Lembah Harau seluas 270,5 hektare/2.705km² . Tempat ini ditetapkan sebagai cagar alam sejak 10 Januari 1993.
Sumber https://id.wikipedia.org/wiki/Lembah_Harau
Sebenarnya kawasan lembah harau banyak sekali yang patut untuk diceritakan dan di deskripsikan, lebih lengkapnya klik sumber diatas ya guys. Karena kalo dari segi pandang penulis, lembah harau sangatlah luas dan kompleks panjang kali ini halaman nantinya. Disana juga terdapat kawasan bermain seperti sepeda yang melayang di atas (lupa namanya :D maaf ), berperahu di alur sungai tenang, balon angkasa, dan air terjun serta banyak lainnya. Satu lagi yang buat takjub adalah dimana lembah ini benar-benar dikelilingi oleh tebing-tebing granit yang tinggi. Apalagi kalo menurut sumber diatas bahwa lembah ini dahulunya adalah laut (:O) karena terdapat batu konglomerat yang menurut penelitian bahwa batu tersebut berasal dari dasar laut. Wah bayangin pas nyampe kesana bener-bener takjub sekaligus ketakutan kepada Allah semakin besar, dengan mudahnya Ia membuat laut mengering dan menjadikan kenampakan alam yang sangat indah. (MasyaAllah)

Tahu nggk guys apa yang aku sesalkan ketika disana, aku nggk banyak potret alam disitu jadi aku nggk bisa lengkapi tulisan dengan pict asli dimana aku bener-bener sudah tengok dengan mata kepala sendiri.. hiks perjalanan selanjutnya harus potret alamnya yang lebih banyak. biar nggk dibilang No pict is Hoax hha.


Rumah Gadang ini  juga ada di lembah Harau loh... tapi versi yang mungil nggk seperti artinya Gadang (besar). Kalo kata orang yang sudah pernah wisata ke daerah Minang, bisa buat pengen dan pengen lagi deh kesini, tapi kalo aku cukup sekali aja karena duit nya bisa pergi ke tempat yang lain Turkey misalnya. Aamiin :*

Taraa,, ini versi sesuai namanya Gadang alias besar ini juga ada di lembah harau.. dari jauh aja keliatan gede ya kan.. terus tau nggk waktu kesini ini seperti ala-ala koreaan gituu.. like a autumn atau winter yak ??? kalo aku lebih ke autumn dehh karena kalo winter kayakny nggk cocok karena ada air tuh (becek) :D



Benteng  Fort De Kock

Benteng ini berada di lokasi yang sama dengan Kebun Binatang Bukittinggi dan Museum Rumah Adat Baanjuang. Kawasan benteng terletak di bukit sebelah kiri pintu masuk sedangkan kawasan kebun binatang dan museum berbentuk rumah gadang tersebut berada di bukit sebelah kanan. Keduanya dihubungkan oleh Jembatan Limpapeh yang di bawahnya adalah jalan raya dalam kota Bukittinggi. Kawasan ini hanya terletak 1 km dari pusat kota Bukittinggi di kawasan Jam Gadang, tepatnya di terusan jalan Tuanku nan Renceh.

Benteng ini adalah satu dari 2 benteng belanda yang ada di sumatera barat , yang satu lagi terletak di Batusangkar dengan nama benteng Fort Van der Capellen karena 2 kota inilah dahulu yang paling susah ditaklukan belanda saat Perang Paderi.

Sumber https://id.wikipedia.org/wiki/Benteng_Fort_de_Kock
Hal yang lucu bagi penulis nih, sebenernya penulis nggk sadar ternyata benteng yang waktu itu pernah di datangi adalah benteng Fort De Kock dimana sebagai tempat Ibukota Indonesia pada saat pemerintahan darurat Republik Indonesia. Waduh malu, waktu itu dengan malas kesana karena ikut rombongan, dalam pikiranku untuk apa datang ke tempat ini, karena pada saat itu bener-bener buta sejarah yang satu ini. Malu banget ngaku orang Indonesia tapi nggk tahu sejarah Indonesia, hmm inilah yang membuat kita tertinggal dari japan, china dan korea. Karena rakyat china, korea apalagi japan, mereka benar-benar tahu sejarah negara mereka sendiri apalagi dengan adanya sistem wamil (wajib militer). Jadi patriotisme dengan negara sendiri sangat mendarah daging.



Untungnya sempet ambil foto ini, dan cuma satu pula. Huhhfff... ini adalah kondisi ter update tahun lalu ya, alhamdulilah masih terawat dengan baik. Semoga generasi penerus bangsa abad 21 bisa lebih terbuka pada sejarah dan bisa menghargai para jasa pahlawan. JASMERAH.
Ohiya seperti yang tertulis di atas bahwa untuk menuju lokasi benteng, kita harus melewati kebun binatang dan museum yang berbentuk rumah Gadang.


Pict di atas, itu di belakang penulis sepertinya museum yang seperti rumah Gadang, tapi nggk yakin juga sih tapi InsyaAllah bener deh, karena rumah itu berada di dalam area kebun binatang sebelum ke area Fort De Kock.


Nah ini adalah jembatang gantung Limpapeh yang menghubungkan area kebun binatang dengan benteng. Dan di bawah jembatan ini adalah jalan raya. Yang didalam pict itu adalah seseorang yang sangat luar biasa, beliaulah yang mengajak penulis bisa mengelilingi daerah Minang secara free guys.. MasyaAllah penulis Cuma bawa badan aja nih, semua kebutuhan disana beliau yang urus bahkan perihal oleh-oleh lohh guys .. hikss terharu bangettt pokoknya penulis berdoa untuk beliau semoga selalu sehat, kuat, dan semoga rezeki mengalir terus seperti aliran sungai yang deras.

Tuh masih di atas jembatan Limpapeh loh.. keliatan kan jalan raya nya.. rumah penduduk yang padat karena memang di tengah kota, terus gunung Marapi yang gagah terlihat betul dari sini.

Nah ini sudah masuk sekitaran benteng Fort de Kock, tepatnya ada di depan kami guys... kalian lihat slogan yang terpampang disitu “Menjaga Sopan Santun adalah Budaya Bangsa” penulis setuju bangett, karena itulah Indonesia ini dikenal dengan negara yang ramah J

Jam Gadang
Jam Gadang adalah nama untuk menara jam yang terletak di pusat kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia. Menara jam ini memiliki jam dengan ukuran besar di empat sisinya sehingga dinamakan Jam Gadang, sebutan bahasa Minangkabau yang berarti "jam besar".
Jam Gadang selesai dibangun pada tahun 1926 sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, sekretaris atau controleur Fort de Kock (sekarang Kota Bukittinggi) pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Arsitektur menara jam ini dirancang oleh Jazid Radjo Mangkuto, sedangkan peletakan batu pertama dilakukan oleh putra pertama Rook Maker yang pada saat itu masih berusia 6 tahun.
Pembangunan Jam Gadang menghabiskan biaya sekitar 3.000 Gulden, biaya yang tergolong fantastis untuk ukuran waktu itu. Sehingga sejak dibangun dan sejak diresmikannya, menara jam ini telah menjadi pusat perhatian setiap orang. Hal itu pula yang mengakibatkan Jam Gadang kemudian dijadikan sebagai penanda atau markah tanah dan juga titik nol Kota Bukittinggi.
Sejak didirikan, menara jam ini telah mengalami tiga kali perubahan pada bentuk atapnya. Awal didirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda, atap pada Jam Gadang berbentuk bulat dengan patung ayam jantan menghadap ke arah timur di atasnya. Kemudian pada masa pendudukan Jepang diubah menjadi bentuk pagoda. Terakhir setelah Indonesia merdeka, atap pada Jam Gadang diubah menjadi bentuk gonjong atau atap pada rumah adat Minangkabau, Rumah Gadang.

Renovasi terakhir yang dilakukan pada Jam Gadang adalah pada tahun 2010 oleh Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) dengan dukungan pemerintah kota Bukittinggi dan Kedutaan Besar Belanda di Jakarta. Renovasi tersebut diresmikan tepat pada ulang tahun kota Bukittinggi yang ke-262 pada tanggal 22 Desember 2010.
Ukuran dasar bangunan Jam Gadang yaitu 6,5 x 6,5 meter, ditambah dengan ukuran dasar tangga selebar 4 meter, sehingga ukuran dasar bangunan keseluruhan 6,5 x 10,5 meter. Bagian dalam menara jam setinggi 36 meter ini terdiri dari beberapa tingkat, dengan tingkat teratas merupakan tempat penyimpanan bandul. Bandul tersebut sempat patah hingga harus diganti akibat gempa pada tahun 2007.
Terdapat 4 jam dengan diameter masing-masing 80 cm pada Jam Gadang. Jam tersebut didatangkan langsung dari Rotterdam, Belanda melalui pelabuhan Teluk Bayur dan digerakkan secara mekanik oleh mesin yang hanya dibuat 2 unit di dunia, yaitu Jam Gadang itu sendiri dan Big Ben di London, Inggris. Mesin jam dan permukaan jam terletak pada satu tingkat di bawah tingkat paling atas. Pada bagian lonceng tertera pabrik pembuat jam yaitu Vortmann Relinghausen. Vortman adalah nama belakang pembuat jam, Benhard Vortmann, sedangkan Recklinghausen adalah nama kota di Jerman yang merupakan tempat diproduksinya mesin jam pada tahun 1892.
Sumber https://id.wikipedia.org/wiki/Jam_Gadang
Jam Gadang dibangun tanpa menggunakan besi peyangga dan adukan semen. Campurannya hanya kapur dan pasir. (MasyaAllah, bangunan setinggi itu hanya dari kapur dan pasir loh, kalo bukan karena kuasaNya, itu bangunan nggk kan berdiri sampe hari ini, dan tentunya didukung oleh otak cerdasnya manusia. Jadi inget pepatah deh.. “Ilmu tanpa Agama Buta, Agama tanpa Ilmu Lumpuh” jadi keduanya harus sinkron, orang yang  berilmu tapi tak percaya pada agama sama saja berjalan dimuka bumi tanpa arah, kalo muslim tapi tak berilmu sama saja hidup tak bisa berjalan kemana-mana. Keseimbangan diantara keduanyalah yang akan meningkatkan taraf Iman di hati kita, Aamiin.
Ohiya, jam gadang ini ternyata dekat dengan pasar kota dan bisa berjalan kaki menuju benteng Fort De kock tadi loh jaraknya 1 km.


Lokasi di sekitar jam gadang ini dipenuhi oleh kereta kuda, karena bersampingan dengan pasar sehingga banyak sekali angkutan kuda alias delman yang parkir di area ini. Ini adalah salah satu ciri khas daerah yang masih sangat kental dan dijaga oleh masyarakat Minang, walaupun banyak sekali angkutan modern yang super cepat tapi masih banyak juga yang menggunakan delman sebagai alternatif angkutan selain sebagai kendaraan juga sebagai penikmat budaya, seru banget bisa keliling di sekitaran ini menggunakan kereta kuda (delman). 



Panorama Ngarai Sianok

Ngarai Sianok adalah sebuah lembah curam (jurang) yang terletak di perbatasan kota Bukittinggi, di kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Lembah ini memanjang dan berkelok sebagai garis batas kota dari selatan ngarai Koto Gadang sampai ke nagari Sianok Anam Suku, dan berakhir di kecamatan Palupuh. Ngarai Sianok memiliki pemandangan yang sangat indah dan juga menjadi salah satu objek wisata andalan provinsi.

Ngarai Sianok yang dalam jurangnya sekitar 100 m ini, membentang sepanjang 15 km dengan lebar sekitar 200 m, dan merupakan bagian dari patahan yang memisahkan pulau Sumatera menjadi dua bagian memanjang (patahan Semangko). Patahan ini membentuk dinding yang curam, bahkan tegak lurus dan membentuk lembah yang hijau—hasil dari gerakan turun kulit bumi (sinklinal)—yang dialiri Batang Sianok (batang berarti sungai, dalam bahasa Minangkabau) yang airnya jernih. Di zaman kolonial Belanda, jurang ini disebut juga sebagai karbouwengat atau kerbau sanget, karena banyaknya kerbau liar yang hidup bebas di dasar ngarai ini.
Sumber https://id.wikipedia.org/wiki/Ngarai_Sianok



Maaf ya kok ada kami terus sihh dalam pict nya haha.. (lah terserah yang punya kamera dong yaa)

Wisata panorama ngarai sianok, posisi kita lagi di atasnya jurangnya nih.. langsung terlhat gunung Marapi juga.


Itu ngarainya seperti yang tertera di atas bahwa sangat luas, bahkan sangat jauh dari atas. Mungkin kalo mau lompat uji adrenalin yang ada kamu langsung masuk kubur hha... ohiya dibawah sana juga katanya menjadi tempat pembuangan mayat-mayat romusha. Lebih jelasnya nanti kita bahas pada wisata berikutnya ya..
Lobang Jepang
Lubang Jepang Bukittinggi (juga dieja Lobang Jepang) adalah salah satu objek wisata sejarah yang ada di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia. Lubang Jepang merupakan sebuah terowongan (bunker) perlindungan yang dibangun tentara pendudukan Jepang sekitar tahun 1942 untuk kepentingan pertahanan.

Lubang Jepang mulai dikelola menjadi objek wisata sejarah pada tahun 1984, oleh pemerintah kota Bukittinggi. Beberapa pintu masuk ke Lubang Jepang ini diantaranya terletak pada kawasan Ngarai Sianok, Taman Panorama, di samping Istana Bung Hatta dan di Kebun Binatang Bukittinggi.

(Nah kalo pict yang diatas, itu salah satu pintu lobang jepang yang berada di kawasan ngarai sianok, nah salah satu tembusan ke bawahnya nanti sampai ke jurang ngarai sianok, disitulah nanti tempat pembuangan mayat-mayat romusha.)

Sebelumnya, Lubang Jepang dibangun sebagai tempat penyimpanan perbekalan dan peralatan perang tentara Jepang, dengan panjang terowongan yang mencapai 1400 m dan berkelok-kelok serta memiliki lebar sekitar 2 meter. Sejumlah ruangan khusus terdapat di terowongan ini, di antaranya adalah ruang pengintaian, ruang penyergapan, penjara, dan gudang senjata.

Selain lokasinya yang strategis di kota yang dahulunya merupakan pusat pemerintahan Sumatera Tengah, tanah yang menjadi dinding terowongan ini merupakan jenis tanah yang jika bercampur air akan semakin kokoh. Bahkan gempa yang mengguncang Sumatera Barat tahun 2009 lalu tidak banyak merusak struktur terowongan.

Diperkirakan puluhan sampai ratusan ribu tenaga kerja paksa atau romusha dikerahkan dari pulau Jawa, Sulawesi dan Kalimantan untuk menggali terowongan ini. Pemilihan tenaga kerja dari luar daerah ini merupakan strategi kolonial Jepang untuk menjaga kerahasiaan megaproyek ini. Tenaga kerja dari Bukittinggi sendiri dikerahkan di antaranya untuk mengerjakan terowongan pertahanan di Bandung dan Pulau Biak.

Sumber https://id.wikipedia.org/wiki/Lubang_Jepang_Bukittinggi

Pertama kali masuk lobang yang panjangnya sampai 1.4 km guys.. didalam sana hawanya dingin, mungkin itu salah satu faktor kita bisa bernafas lama di dalam. Dari atas menuju dasar itu mencapai 30 meter guys, OMG kebayang nggk naik turun melalui tangga yang kurang lebih sebanyak 33 anak tangga. Waktu itu pas turun, suasana yang dingin dan lembab masih segar dan kuat, ehh pas balik naik tangga itu. Sungguh dedek lemes bang.. haha ketar ketir ini betis, apalagi eneng yang berat ini bang haha

Itu adalah gudang senjata guys, disinilah para tentara jepang mengumpulkan persenjataan dan ruang senjata ini tidak hanya satu tapi lebih dari 5, maafken resolusi gambar nggk terlalu bagus ditambah gelap.

Salah satu jalur terowongan yang menuju penjara bawah. Pengalaman kemarin, yang suka ngelamun mending nggk usah masuk deh yaa.. suasananya hening sunyi hihi

Hayoo yang mau di penjara di lobang ini, entar kalo udah mati tinggal di buang aja.. rebess... hha

Tuh ada tulisan pintu pengintaian dimana disitu ada celah, yang celahnya tembus ke jalan raya. Jadi, tentara jepang akan tahu siapa yang akan lewat atau yang akan mendatangi mereka seperti mata-mata. Dan orang luar tidak akan tahu karena lubang celahnya kecil dan tertutupi semak-semak di pinggir jalan. Disini juga tempat pembantaian parat rakyat yang menjadi romusha jika ingin melarikan diri atau bertindak diluar tugas dari tentara jepang.



**

Akhirnya hari ini berakhir dengan keringat yang bercucuran hha, dari pagi bahkan mentaripun belum tampak di ufuknya, kita sudah berjalan ke kelok 9, kemudian menyusuri lembah harau, melewati kebun binatang ke benteng Fork De Kock, lalu Jam Gadang, terus ke Ngarai Sianok dan terakhir menyesuri lobang Jepang hingga mataharipun sudah tenggelam di barat. Luar biasa banget kan mengelilingi Bukittinggi tanpa ampun, siapa dulu ketua perjalananan kita Ummi Muadz yang super duper kuat..

Mengucap syukur walhamdulilah atas nikmat waktu dan kesempatan, ukhuwah serta nikmat sehat yang selalu tercurah pada kita, jika tidak maka perjalanan ini akan menjad wacana di dalam kamar masing-masing hha.. betapa IndahNya ciptaanMu YaRabb.. banyak sekali hikmah jika kita renungkan di setiap ciptaanNya, sungguh sayang dan cintaMu Ya Rabb pada kami, tapi kami tak sadar besarnya kasih sayangMu.. jadikan kami umatmu yang bersyukur Ya Allah...

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦ خَلْقُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَٰنِكُمْ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّلْعَٰلِمِينَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui. (QS. Ar-Rum; 22)

وَمِنْ ءَايَٰتِهِ ٱلَّيْلُ وَٱلنَّهَارُ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا۟ لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَٱسْجُدُوا۟ لِلَّهِ ٱلَّذِى خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah. (QS. Fussilat; 37)

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنَّكَ تَرَى ٱلْأَرْضَ خَٰشِعَةً فَإِذَآ أَنزَلْنَا عَلَيْهَا ٱلْمَآءَ ٱهْتَزَّتْ وَرَبَتْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِىٓ أَحْيَاهَا لَمُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰٓ ۚ إِنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Dan di antara tanda-tanda-Nya (Ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Fussilat;39)

 Maha Benar Allah Dengan Segala Firman-FirmanNya... Aamiin

Wednesday, February 27, 2019

Kota Sawahlunto "Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya"

Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...

Kota pertama dalam tujuan perjalanan kali ini adalah Kota Sawahlunto, salah satu kota yang berada di Provinsi Sumatera Barat. Anehnya cuaca disana terik panas matahari sangat terasa, tapi udara yang berhembus dingin. Ala-ala pantai yang bisa buat tenang sejuk juga meng-hitamkan kulit.





Kota ini dahulu pada masa penjajahan belanda terkenal dengan kota tambang. Karena tempat ini ladang tambang batubara pada waktu itu. Sehingga banyak sekali peninggalan-peninggalan tambang yang dijadikan tempat wisata dan cagar budaya. Kota ini berdiri tahun 1888, banyak peninggalan bangunan-bangunan tua peninggalan belanda yang membuat kota ini menjadi wisata etnik terbaik di Indonesia. Wisata cagar budaya yang dirawat oleh pemerintah setempat menjadikan kota ini sebagai tempat pariwisata sehingga dijuluki dengan “Kota Wisata Tambang yang Berbudaya”.

Wisata pertama yang tidak boleh terlewatkan di kota ini adalah Museum Gudang Rasum dan Museum Kereta Api Sawahlunto.

Museum Gudang Rasum (Goedang Ransoem)

Gudang rasum adalah dapur umum yang digunakan sebagai tempat produksi makanan yang diperuntukkan para pekerja paksa (Kerja Rodi). Gudang ini bertempat di di Jalan Abdul Rahman Hakim, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.

Gudang ini dibangun pada tahun 1918 sewaktu penjajahan Belanda. Dapur ini dilengkapi dengan dua buah gudang besar dan steam generator (tungku pembakaran) untuk memasak kurang lebih 3.900 kg beras setiap harinya untuk para pekerja tambang batu bara.









Cukup dalam waktu 30 menit, kita bisa mengelili keseluruhan museum ini. Pict di atas hanya sebagian saja, bisa dikatakan museum ini lumayan luas dan kompleks.



Di museum ini tidak hanya terdapat dapur tempat memasak. Terdapat beberapa bangunan yang memiliki fungsi yang berbeda, namun merupakan satu kesatuan utuh yang saling mendukung satu sama lain. Di antara bangunan-bangunan tersebut adalah: bangunan utama (dapur umum), gudang besar (warehouse) persediaan bahan mentah dan padi, dua steam generator (tungku pembakaran) buatan Jerman tahun 1894, menara cerobong asap, pabrik es batangan, rumah sakit, kantor koperasi tambang batubara Ombilin, heuler (penggilingan padi), rumah kepala ransum, rumah karyawan, pos penjaga, rumah jagal hewan, dan hunian kepala rumah potong hewan.

Museum ini berbeda dengan museum umumnya yang ada di Indonesia. Koleksi museumnya berjumlah 150 buah, belum termasuk koleksi foto lama yang berjumlah lebih dari 250 buah. Koleksi Museum Gudang Ransum berupa periuk raksasa yang terbuat dari besi dan nikel, di antaranya ada yang memiliki diameter 132 cm dan tinggi 62 cm. Dipajang juga koleksi kuali, rangsang, dan beragam peralatan dapur umum berukuran besar. Selain itu, ada foto-foto pekerja paksa yang kakinya dirantai, yang disebut Orang Rantai, pakaian mandor, pakaian pekerja dan koki, perlengkapan tambang batubara, baik yang modern ketika itu dan yang tradisional, serta contoh batu bara

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Goedang_Ransoem

Untuk lebih jelasnya mengenai museum tersebut bisa di akses melalui sumber website di atas. Perjalanan singkat ini tak bisa semuanya untuk direkam dalam memori otak manusia yang terbatas. Tapi bisa dijelaskan sedikit, menurut pandangan pribadi penulis bahwa gudang ransum adalah saksi bisu penderitaan rakyat Indonesia saat itu. Berhari-hari mereka bekerja secara –paksa- tentunya tak lain karena ketidakberdayaan rakyat yang tidak mempunyai kuasa apalagi harta. Mereka –belanda- membuat dapur umum agar para pekerja dapat menyambung hidup untuk  melanjutkan kepentingan pemerintah –belanda- yang dimana tenaga-tenaga manusia itu hanya dibayar dengan makanan yang sejatinya adalah suatu kebutuhan pokok sehaari-hari.

Keadaan mereka saat itu bisa dikatakan tidak layak disebut sebagai manusia normal yang bebas. Selain para pekerja tambang yang di kontrak, ada yang namanya pekerja paksa orang rantai dimana mereka inilah para pekerja –kerja rodi- yang pada masa penjajahan Belanda terapkan dengan kondisi diberi sedikit upah dan  hanya diberi makan sehari-hari. Kondisi orang rantai inipun memprihatinkan –mengenaskan- dan merekalah rakyat pribumi yang tertindas menjurus pada sistem perbudakan, tak ada yang bisa mereka perbuat selain mengikuti perintah penguasa saat itu.



Museum Kereta Api Sawahlunto

Museum ini merupakan tempat stasiun kereta api di Sawahlunto dan salah satu stasiun terminus yang letaknya paling timur di Sumatera Barat. Stasiun kereta api ini resmi dijadikan sebuah museum tepat pada tanggal 17 Desember 2005 oleh bapak Jusuf Kalla yang saat itu sebagai Wakil Presiden RI. Dengan demikian Indonesia memiliki 2 museum Kereta Api, satu di Ambarawa, Jawa tengah dan satunya di Sawahlunto.





Museum ini memiliki koleksi berjumlah 106 buah yang terdiri dari gerbong (5 buah), lokomotif uap (1 buah), jam (2 buah), alat-alat sinyal atau komunikasi (34 buah), foto dokumentasi (34 buah), miniatur lokomotif (9 buah), brankas (3 buah), dongkrak rel (5 buah), label pabrik (3 buah), timbangan (3 buah), lonceng penjaga (1 buah), dan baterai lokomotif (2 buah).

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Kereta_Api_Sawahlunto




هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ ذَلُولًا فَٱمْشُوا۟ فِى مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا۟ مِن رِّزْقِهِۦ ۖ وَإِلَيْهِ ٱلنُّشُورُ

Artinya :

Dialah yang menjadikan bumi bagi kamu mudah digunakan, maka berjalanlah merata-rata ceruk rantaunya, serta makanlah dari rezeki yang dikurniakan Allah; dan kepada Allah jualah (kamu) dibangkitkan hidup semula. (Q.S Al-Mulk: 15)


قُلْ سِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلُ ۚ كَانَ أَكْثَرُهُم مُّشْرِكِينَ

Artinya :

Katakanlah: Mengembaralah kamu di muka bumi kemudian lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang yang telah lalu (yang telah dibinasakan); kebanyakan mereka adalah orang-orang musyrik. (Q.S Ar-Rum: 42)


قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِكُمْ سُنَنٌ فَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ

Artinya :

Sesungguhnya telah berlaku sebelum kamu (contoh kejadian-kejadian berdasarkan) peraturan-peraturan Allah yang tetap; oleh itu mengembaralah kamu di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (Rasul-Rasul). (Q.S Ali-Imran 137)


Dan... masih banyak lagi Firman-Nya yang memerintahkan kita untuk mengembara di bumi-Nya dengan niat dan tujuan yang sudah ditentukan oleh-Nya, tentu saja berharap keridhoan-Nya agar setiap langkah kita menambah iman dan taqwa di sisi-Nya.

Ayat di atas adalah pemacu penulis untuk terus bisa melakukan perjalanan sebagai tanggung jawab kita sebagai umat-Nya, meski memang tak sedikit budget yang harus dikeluarkan. Untuk itu perlu pengelolaan keuangan pribadi yang terhandel dengan rapi agar tanggung jawab lainnya bisa terpenuhi.

Maka dari itu perjalanan yang kita lalui sebaiknya tempat-tempat bersejarah yang mempunyai nilai-nilai budaya yang tinggi apalagi jika budaya itu berasal dari agama rahmatan lilalamin yaitu Islam. Sungguh luar biasa takjub apalagi bentang alam yang Ia ciptakan, tak sebanding dengan taman-taman buatan manusia. Sungguh besar keagunga-Nya yang membuktikan Allah itu memang Maha Besar (Allahu Akbar).

Bonus pict dari zulaikha J

Perjalanan ke Kota Sawahlunto, 26 Juni 2018

Maha Benar Allah dengan segala FirmanNya